BRMP Mektan Perkuat Program Swasembada Jagung Nasional
Ogan Ilir, 07/03/2026. Upaya percepatan peningkatan produksi jagung nasional terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor, dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai motor utama. Dalam kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Ogan Ilir, peran Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP Mektan) semakin menonjol dalam mendukung keberhasilan program melalui penguatan mekanisasi pertanian.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wamentan Sudaryono yang menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat swasembada jagung nasional, salah satunya melalui penyediaan benih jagung gratis untuk lahan hingga 1 juta hektare. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Kementan dalam memastikan peningkatan produksi jagung nasional secara berkelanjutan.
Dalam keterangannya, Wamentan menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian ditentukan oleh empat faktor utama, yaitu ketersediaan benih, irigasi, pupuk, serta kepastian harga hasil panen. Pemerintah pun telah menyiapkan berbagai kebijakan strategis untuk memastikan keempat aspek tersebut terpenuhi, mulai dari penyediaan benih gratis, revitalisasi jaringan irigasi, hingga penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi serta penetapan harga pembelian hasil panen yang menguntungkan petani.
Sejalan dengan hal tersebut, BRMP Mektan sebagai unit kerja Kementan berperan penting dalam mendukung aspek mekanisasi pertanian guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani. Dukungan alsintan yang diberikan menjadi bagian dari upaya percepatan tanam serta penguatan sistem budidaya jagung di berbagai wilayah.
Selain dukungan peralatan, BRMP Mektan juga aktif melakukan pendampingan teknis kepada petani dan operator, sehingga pemanfaatan mekanisasi dapat berjalan optimal dan tepat guna sesuai dengan kondisi di lapangan. Peran ini menjadi penting dalam memastikan teknologi yang dihadirkan benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi.
Dalam dialog interaktif kegiatan tersebut, kebutuhan dukungan alsintan juga mengemuka, khususnya untuk mendukung pengembangan jagung melalui sistem tumpang sari di lahan perkebunan. Menanggapi hal tersebut, Wamentan memastikan bahwa Kementan akan segera menindaklanjuti kebutuhan yang ada, termasuk melalui penguatan dukungan mekanisasi.
Sementara itu, Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa penanaman jagung serentak merupakan bagian dari upaya nasional dalam memperkuat kemandirian pangan di tengah dinamika global. Program ini terus diperluas dengan target peningkatan luas tanam hingga lebih dari 1 juta hektare ke depan.
Melalui sinergi antara Kementan, Polri, pemerintah daerah, serta para petani, dan dengan dukungan BRMP Mektan dalam penguatan mekanisasi pertanian, program penanaman jagung serentak diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung nasional secara signifikan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia. (TS/AIA)